Sabtu, 06 Maret 2010

Judul


.............................
.............................
Daftar kata
yang selalu ditulis dengan huruf kecil
pada judul

agar
akibat
andaikata/andai/seandainya
apabila/bila
atau
bagaikan/bagai/bak
bagi
bahwa
bilamana
berkat
dari/daripada
dan/serta/dengan (antara....dan)
demi
dengan
di
hingga/sampai
ke/kepada/pada
kecuali
ketika/saat
meskipun/walaupun
namun/tetapi
padahal
sebab
sebagai
sebagaimana
sebelum
secara
sedari
sehingga
selain
selama
semenjak/sejak
seolah-olah
seperti
sesudah
setelah
terhadap
tentang/mengenai
untuk
yang

Catatan: beberapa kata yang ditulis besar
Tidak/Tak
Jangan
Juga
Seluruh/Se-
Setiap/Tiap/Per

Daftar kata
yang kadang ditulis besar
dan kadang ditulis kecil

akan : berarti hendak atau mau, ditulis besar
berarti tentang, ditulis kecil
asal : berarti berasal, ditulis besar
berarti apabila, ditulis kecil
atas : merujuk pada tempat, ditulis besar
berarti berkat, ditulis kecil
buat : berarti membuat, ditulis besar
bermakna bagi atau untuk, ditulis kecil
dalam : berarti jauh ke bawah, ditulis besar
sebagai kata depan, ditulis kecil
lewat : bermakna melewati (melalui), ditulis besar
berarti via, ditulis kecil
pun : berarti juga ditulis besar
berfungsi sebagai kata penegasan, ditulis kecil
soal : bermakna pertanyaan tes/ujian, ditulis besar
bermakna mengenai atau tentang, ditulis kecil


Kata-kata yang selalu ditulis besar

kata kerja
kata sifat
kata benda
kata ganti
kata tunjuk, seperti Ini, Itu
kata seru, seperti Amboi, Alhamdulillah
kata keterangan, seperti Mulai, Sedang, Tengah, Lagi, Masih, Pernah, Sudah, Telah
* * *

singkatan & akronim



....................................
AIDS acquired immunodeficiency syndrome
Aipda ajun inspektur polisi dua
Aiptu ajun inspektur satu
A.M. ante meridiem (sebelum tengah hari)
amdal analisis mengenai dampak lingkungan
andal analisis dampak lingkungan
AMN Akedemi Militer Nasional
AMPUH Asosiasi Muslim Pengusaha Umrah dan Haji
Apegti Asosiasi Penyalur Gula dan Tebu Indonesia
Apindo Asosiasi Pengusaha Indonesia
Apkindo Asosiasi Panel Kayu Indonesia
Arhanud artileri pertahanan udara
Armed artileri medan
ASEAN Association of Sutheast Asian Nations
ASITA Association of the Indonesian Tours and Trevel Agencies
Asmindo Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia
ATM automatic teller mechine/ anjungan tunai mandiri
Bakin Badan Koordinasi Intelejen Negara
BAKN Badan Administrasi Kepegawaian Negara
BKKBN Badan Koordinasi Keluarga Berencana Indonesia
BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal
BLBI Badan Likuidasi Bank Indonesia
BLK Balai Latihan Keterampilan
BLKI Balai Latihan Kerja Industri
BLKLN Balai Latihan Kerja Luar Negeri
BMG Badan Meteorologi dan Giofisika
BPK Badan Pemeriksa Keuangan
BPKP Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
BPN Badan Pertanahan Nasional
BPPC Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkih
BPPN Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional
Badan Penyehatan Perbankan Nasional
BPPT Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
BPS Badan Pusat Statistik
BPUPKI Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
BSF Badan Sensor Film
Bukopin Bank Umum Koperasi Indonesia
Bulog Badan Urusan Logistik
C Celcius
CBSA cara belajar siswa aktif
CGI Consultative Group on Indonesia
CIA Central Intelligence Agency
C.O. Commanding officer
Co Company
CPM Corp Polisi Militer
CPU Central Processing Unit
CSIS Center for Strategic and International Studies
curanmor pencurian kendaraan bermotor
curas pencurian dengan kekerasan
D-1 diploma satu
DAMRI Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia
DNA deoxyribose-nucliec acid
DO delivery order / drop out
Dolog depot logistik
dr dokter
Dr doktor
drg dokter gigi
drh dokter hewan
Dr.H.C doktor honoris causa
F Fahrenheit
FAO Food and Agriculture Organization
fax. facsimile
FBI Federal Bureau of Investigation
FBSI Federasi Buruh Seluruh Indonesia
FM frequency modulation
Gapkindo Gabungan Pengusaha Karet Indonesia
Gappri Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia
GATT General Agreement on Tariffs and Trade
GDP gross domestic product
GINSI Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia
GKG gabah kering giling
GMT Greenwich Mean Time
GNP gross national product
hanra pertahanan rakyat
hansip pertahanan sipil
Hb hemoglobin
HPH hak pengusahaan hutan
IBF International Badminton Federation / International Boxing Federation
ICMI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
ICU Intensive Care Unit
IDB Islamic Development Bank
IGGI Inter-Governmental Group on Indonesia
ILO International Labour Organization
IMF International Monetary Fund
Indosat Indonesian Satellite Corporation
IQ intelligence quotient
ISSN International Standard Serial Number
ISTI Institut Seni Tari Indonesia
IUD intrauterine device
Jln. jalan
jo juncto
KMS kartu menuju sehat
Kopassus Komando Pasukan Khusus
Kopertis Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta
KRL kereta rel listrik
kv kilovolt
kva kilovoltampere
kw kilowatt
kwh kilowatthour
KWI Konferensi Wali Gereja Indonesia
LAN Lembaga Administrasi Negara
lanuma pangkalan udara utama
Lapan Lembaga Penerbangan dan Antariksa
Lemhanas Lembaga Pertahanan Nasional
LKBN Lembaga Kantor Berita Nasional (Antara)
LKIR lomba karya ilmiah remaja
LNG liquefied natural gas
LPG liquefied petroleum gas
M.P. magister pertanian
M.P.A. master of public administration
M.Pd magister pendidikan
M.P.H. master of public health
M.Ph master of philosophy
M.Sc. master of science
M.Si magister sains
M.Sn magister seni
M.T. magister teknik
MULO Meer Uitgebreid Lager Onderwijs
OHP overhead proyector
OPEC Organization of Petroleum Exporting Countries
ORARI Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia
Organda organisasi gabungan angkutan darat
Parfi Persatuan Artis Film Indonesia
Paskibraka Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
PBSI Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia
PBVSI Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia
Pepabri Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Peruri Percetakan Uang Republik Indonesia
Pindad Perindustrian Angkatan Darat
RAPI Radio Antar-Penduduk Indonesia
samsat sistem administrasi manunggal satu atap
SAR search and rescue
sara suku, agama, ras, dan antargolongan
TBC tuberculosis
UMNO United Malay National Organization
UNDP United Nations Development Programme
UNESCO United Nations Educational, scientific, and Cultural Organization
UNHCR United Nations High Commissioner for Refugees
UNICEF United Nations International Children's Emergency Fund
wanra perlawanan rakyat
WBA World Boxing Association
WBC World Boxing Commission
WBF World Boxing Federation / World Badminton Federation
WHO World Health Organization
WTO World trade Organization
ZOPFAN zone of peace, freedom, and neutrality

Kata Bentuk Terikat


....................................................
....................................................
Pembahasan bahasa kali ini merupakan jawaban atas pertanyaan teman saya saat ia membuat judul berita ‘’Pasar Modal Butuh Kabinet Propasar’’. Yang dipertanyakan adalah penulisan kata propasar, apakah ditulis pro pasar, pro-pasar, atau propasar.
Di dalam kaidah bahasa Indonesia, dikenal apa yang dinamakan dengan kata bentuk terikat. Jenis kata ini, penulisannya selalu digabungkan dengan kata berikutnya, misalnya purna (purnatugas)
Ada beberapa kata yang masuk dalam kategori bentuk terikat.

Contoh lainnya:

semi (semipermanen)
pasca (pascasarjana)
super (supercepat)
infra (inframerah)
anti (antikarat)
non (nonaktif)
pro (prodemokrasi)
antar (antardaerah)
hiper (hiperaktif)
sub (subterminal)
ekstra (ekstrakurikuler)
intra (intrakurikuler)

supra (supranatural)
neo (neokapitalisme)
serba (serbasalah)
poli (politeknik)
mega (megaproyek)

(Bilangan Sansekerta), seperti
eka (ekakarsa)
dwi (dwimingguan)
tri (triwulan)
catur (caturwarga)
panca (pancasila)

Ragam Bahasa Jurnalistik




Menurut wartawan senior H Rosihan Anwar, ragam bahasa jurnalistik juga mengacu pada bahasa baku. Dalam arti, berdasarkan:
1. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan.
2. Pedoman Umum Pembentukan Istilah.
3. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Ciri-Ciri Ragam Bahasa Jurnalistik

Efektif:
- singkat (tak bertele-tele)
- lugas (tak berbunga-bunga, tanpa basa-basi)
- padat (kaya arti, menghindari penggunaan
kata mubazir)
- langsung pada pokok persoalan
- tidak multi tafsir

Komunikatif:
- sederhana (menghindari pemakaian kata yang masih
asing bagi pembaca)
- mudah dipahami (oleh pembaca yang tingkat
pendidikannya rendah sekalipun.
- menggunakan kata-kata yang merakyat, akrab
di telinga masyarakat sehari-hari
- menarik (menggelitik, menggoda, atau sedikit
bombastis)

Mengapa Harus Lugas?

Seiring dengan perkembangan sosial sekarang, barangkali tidak ada pembaca yang menyediakan waktu khusus hanya untuk membaca surat kabar. Hampir semua orang membeli atau berlangganan surat kabar tidak membaca seluruh berita dan artikel yang ada. Mereka memilih mana yang dianggap menarik dan bernilai.
Makin sibuk orang dan makin banyak informasi yang beredar, menyebabkan orang tidak tahan lagi membaca tulisan panjang. Orang kini lebih menyukai tulisan yang ringkas, jelas, tidak bertele-tele, dengan langsung memberikan gambaran dan makna dari sebuah peristiwa. Bentuk surat kabar pun makin kecil dan padat.
Konsekuensi dari tumbuhnya koran (yang bentuknya) kecil ini –ditambah dengan munculnya saingan-saingan media elektronik– adalah keharusan untuk membuat tulisan yang lebih ringkas, lebih sederhana, lebih padat dan tentu saja lebih efektif.
* * *

Kalimat efektif


.......................................................
........................................................
Ada beberapa ciri kalimat efektif:

1. Kalimatnya pendek

Jumlah kata dalam satu kalimat bisa menjadi tolok ukur sebuah kalimat efektif atau tidak. Penelitian di Amerika menunjukkan, dengan delapan kata atau kurang, kalimat sangat mudah dipahami, dengan 11 kata mudah dipahami, sementara dengan 14 kata agak mudah dipahami. Standar kalimat adalah 17 kata. di atas itu, misalnya 21 kata, agak sulit dipahami, apalagi sampai 29 kata.

Perhatikan 2 contoh kalimat di bawah ini:

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, kinerja Bank Mandiri meningkat signifikan. Salah satunya dilihat dari perolehan laba yang meningkat.
(kalimat terdiri atas 11 kata dan 8 kata)

Sedikitnya 87 guru pendidikan anak usia dini (PAUD) nonformal, tergabung dalam himpunan pendidikan dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Batang dilatih mengajar melalui pendekatan beyond centers and circle time (BCCT) alias pendekatan sentra dan saat lingkaran.
(kalimat terdiri atas 38 kata)

Dari kedua contoh kalimat di atas, terasa jelas bahwa kalimat pada contoh pertama lebih mudah dimengerti dan lebih jelas, karena kalimatnya lebih pendek.

2. Tidak bermakna ganda (ambigu)

Perhatikan contoh kalimat di bawah ini.

Saya memiliki buku sejarah demokrasi baru.

Kalimat di atas bermakna ganda, karena bisa bermakna buku baru, sejarah baru, dan demokrasi baru.

Guna menghindari makna ganda, maka kalimat tersebut bisa diubah sebagai berikut:

Saya memiliki buku baru tentang sejarah demokrasi.
Saya memiliki buku tentang sejarah baru demokrasi.
Saya memiliki buku sejarah tentang demokrasi yang baru.


3. Tidak berlebihan

Perhatikan beberapa contoh kalimat di bawah. Kalimat-kalimat tersebut berlebihan, di antaranya karena menggunakan dua kata yang bersinonim secara bersamaan.

Kita perlu menjaga kesehatan agar supaya terhindar dari penyakit.
Semarang adalah merupakan kota terbesar di Jawa Tengah.
Banyak buah mengandung vitamin C, seperti misalnya jeruk.
Kita rela berjuang demi untuk menjaga martabat bangsa.
Kandidat calon wali kota Mahfudz Ali.

Petani melakukan penyemprotan tanamannya.
Peningkatan penjualan terasa sejak awal Januari lalu dan penjualannya sangat laris.
Kanguru berjumlah empat ekor itu semula berada di Gua Lawa.

4. Pararel/sejajar

Perhatikan contoh judul berita di bawah ini.

Calo Tiket, Dibenci tapi Butuh

Judul tersebut susah dipahami. Hal ini disebabkan kalimat yang tidak pararel. Perhatikan kata Dibenci (pasif) dan Butuh (aktif).

Judul tersebut akan mudah dipahami manakala diubah menjadi:
Calo Tiket, Dibenci tapi Dibutuhkan

Contoh lain:

Saya bukan seorang wartawan, melainkan bekerja di rumah sakit (tidak pararel)

Saya bukan seorang wartawan, melainkan seorang dokter (pararel)

Penulisan kata ''sekuler'' dan ''sekularis''




Ada satu perbedaan yang patut kita perhatikan dalam penulisan kata ''sekuler'' dan kata ''sekularis'', yakni huruf ''e'' setelah huruf ''l'' pada kata ''sekuler'' dan huruf ''a'' seteleh huruf ''l'' pada kata ''sekularis''.
Perhatikan juga penulisan kata ''sekularisasi'', ''sekularisme'', ''sekularitas''

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan makna dari kata-kata tersebut.

sekuler (kata sifat), artinya: bersifat duniawi
atau kebendaan (bukan bersifat
keagamaan atau kerohanian)

sekularis (kata benda), artinya: penganut aliran yang
menghendaki agar kesusilaan atau budi
pekerti tidak didasarkan pada ajaran agama

sekularisasi (kata benda), artinya: hal-hal yang membawa
ke arah kehidupan yang tidak didasarkan
pada ajaran agama

sekularisme (kata benda), artinya: paham atau pandangan
yang berpendirian bahwa moralitas tidak
perlu didasarkan pada ajaran agama.

sekularitas (kata benda), artinya: kehidupan duniawi

Penembak dan Petembak





Di dalam peristilahan olahraga, kita sering dihadapkan pada pilihan kata

petembak atau penembak
peselam atau penyelam

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dibedakan antara petembak dan penembak, petinju dan peninju, peselam dan penyelam.

petembak dimaknai atlet menembak, sedangkan penembak dimaknai orang yang menembak

petinju (orang yang bermain tinju) dan peninju (orang yang meninju)
peselam (atlet olahraga selam ) dan penyelam (orang yang pekerjaannya menyelam, atau juru selam)

Sementara itu, KBBI menyebut pesilat bagi olahragawan silat, dan
pemanah bagi pemain olahraga panahan